Jurnal Ilmiah dari Aceh Tembus Penulis Internasional, Dua Jurnal Pertahankan Akreditasi SINTA 3
| Ilustrasi: Editorial / AI-Generated (ChatGPT) |
Dua jurnal ilmiah nasional
yang diterbitkan oleh Lembaga KITA berhasil mempertahankan akreditasi pada
peringkat SINTA 3 — peringkat tertinggi ketiga dalam sistem akreditasi jurnal
nasional Kemdiktisaintek. Yang lebih membanggakan, kedua jurnal tersebut kini
menarik penulis dari berbagai negara, menjadikannya salah satu jurnal nasional
dengan jangkauan internasional terluas yang diterbitkan dari luar Pulau Jawa.
International Journal of Management
Science and Information Technology (IJMSIT)
berhasil mempertahankan akreditasi SINTA 3 hingga 2029 dan kini menjadi salah
satu jurnal pilihan utama di kalangan dosen dan peneliti dari negara-negara
ASEAN. Sementara International Journal Software
Engineering and Computer Science (IJSECS)
terakreditasi SINTA 3 hingga 2030 dengan basis penulis yang mencakup Indonesia,
Malaysia, India, Iran, Finlandia, dan Amerika Serikat.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa jurnal ilmiah berkualitas tidak harus lahir dari kota-kota besar atau universitas riset berskala nasional.
Dari Aceh, Menjangkau Dunia
Lembaga KITA bukan
satu-satunya lembaga dalam jaringan ini yang menunjukkan pertumbuhan
signifikan. L-MSTI Indonesia melalui Indonesian Journal Economic Review (IJER)
berhasil mempertahankan akreditasi SINTA 4 hingga 2030, sementara Journal Desktop Application (JDA)
yang mayoritas penulisnya berasal dari luar negeri kini tengah menunggu
pengumuman hasil akreditasi SINTA.
Yayasan YPMMA melalui Design Journal
juga mencatat perkembangan serupa — jurnal yang berfokus pada desain, seni, dan
budaya ini telah menarik penulis dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Eropa,
menjadikannya salah satu jurnal desain nasional dengan penulis internasional
terbanyak.
Jaringan jurnal yang dikelola oleh lima lembaga — STMIK Indonesia Banda Aceh, L-MSTI Indonesia, Lembaga KITA, Yayasan Kawanad, dan Yayasan YPMMA — kini mencakup lebih dari 20 jurnal ilmiah dalam berbagai bidang keilmuan, mulai dari ilmu komputer, teknologi informasi, manajemen, ekonomi, akuntansi, komunikasi, pendidikan, hukum, teknik, sains, desain, hingga seni dan budaya.
Konsistensi sebagai Kunci
Di antara seluruh jurnal
dalam jaringan ini, Jurnal Ekonomi Manajemen dan
Teknologi (EMT KITA) mencatat rekor tersendiri: lebih
dari 11 tahun konsisten menerbitkan artikel ilmiah. Sebuah pencapaian yang
tidak mudah, mengingat data ARJUNA Kemdiktisaintek menunjukkan bahwa lebih dari
55 persen jurnal yang mengajukan akreditasi masih memiliki skor evaluasi diri
di bawah ambang batas minimum.
"Konsistensi adalah
modal utama jurnal ilmiah yang ingin tumbuh," ujar Muhammad Jamil, SE.,
M.Si., dosen AKUBANK Nusantara sekaligus editor jurnal ilmiah nasional.
"Bukan hanya konsisten dalam jadwal terbit, tetapi konsisten dalam standar
review, konsisten dalam transparansi editorial, dan konsisten dalam membangun
kepercayaan penulis. Itulah yang membedakan jurnal yang bertahan dengan jurnal
yang hanya sekadar ada."
EMT KITA kini terakreditasi SINTA 4 hingga 2029. JTIK: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi terakreditasi SINTA 4 hingga 2027. JEMSI: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi terakreditasi SINTA 4 hingga 2028. Ketiganya menjadi pilihan populer di kalangan dosen muda dan mahasiswa pascasarjana dari berbagai kampus di Indonesia.
Infrastruktur Digital Setara Standar Internasional
Salah satu faktor yang
mendorong daya tarik jurnal-jurnal dalam jaringan ini bagi penulis
internasional adalah infrastruktur digital yang dibangun secara konsisten dan
setara dengan standar internasional.
Seluruh jurnal dalam
jaringan ini telah menggunakan sistem OJS (Open Journal Systems) sebagai
platform manajemen editorial. Sebagian besar sudah memiliki DOI melalui
Crossref — yang berarti setiap artikel yang diterbitkan memiliki identitas
permanen yang dapat ditelusuri secara internasional. Indeksasi tambahan
mencakup Index Copernicus, CORE, ROAD, Semantic Scholar, Scilit, Scite, dan
Connected Papers.
Infrastruktur ini memastikan bahwa artikel yang diterbitkan tidak hanya bisa ditemukan oleh pembaca nasional melalui GARUDA, tetapi juga oleh komunitas akademik internasional melalui berbagai platform penelusuran ilmiah global.
Pencapaian jaringan jurnal
ini terjadi dalam konteks ekosistem publikasi ilmiah nasional yang terus
berkembang. Data SINTA Kemdiktisaintek per Mei 2026 mencatat 15.456 jurnal
terakreditasi dari 1.915 penerbit, dengan 331.407 penulis terdaftar dari 5.543 institusi.
GARUDA mencatat lebih dari 5,22 juta artikel dari 29.376 jurnal.
Dari total jurnal SINTA,
sebanyak 10.580 jurnal atau 68,45 persen berada pada peringkat SINTA 4 dan
SINTA 5 menunjukkan bahwa jurnal menengah adalah tulang punggung ekosistem
publikasi nasional yang sesungguhnya.
Dalam konteks ini, keberhasilan jurnal-jurnal dari Aceh mempertahankan dan meningkatkan akreditasi, sekaligus menarik penulis internasional, adalah kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem pengetahuan nasional.
Selain jurnal yang sudah terakreditasi, jaringan ini juga memiliki sejumlah jurnal yang sedang menjalani proses akreditasi atau menunggu pengumuman hasil, termasuk: JMT dan JIKTI dari STMIK Indonesia Banda Aceh. JMASIF dan JDA dari L-MSTI Indonesia. LANCAH: Jurnal Inovasi dan Tren dari Lembaga KITA menawarkan APC terjangkau Rp150.000–Rp300.000, menjadi pilihan favorit mahasiswa yang baru pertama kali menerbitkan artikel. JDTT dari Yayasan Kawanad, dan Computer Journal dan Design Journal dari Yayasan YPMMA
Sumber
data: SINTA Kemdiktisaintek (Mei 2026), GARUDA Kemdiktisaintek (Mei 2026),
ARJUNA Kemdiktisaintek (2022–2026), Statistik ISSN Perpustakaan Nasional RI.